
Urgensi Pendidikan Untuk Kemanusiaan
Pendidikan adalah salah satu komponen penting yang ada dalam lingkar kehidupan di dunia. Peran penting pendidikan, terkhusus untuk manusia, nantinya akan berdampak pada perubahan pola

Pendidikan adalah salah satu komponen penting yang ada dalam lingkar kehidupan di dunia. Peran penting pendidikan, terkhusus untuk manusia, nantinya akan berdampak pada perubahan pola

Sejak pertengahan dasawarsa 1980-an, pertumbuhan perekonomian indonesia ditopang oleh perusahaan-perusahaan berskala besar yang berkecimpung dalam sektor industri dan jasa. Selama ini terdapat kesan marjinalisasi usaha

Jika kita tidak lagi kaget, permisif, dan merasa biasa-biasa saja, ketika mendengar kisah atau aduan anak kita bahwa dia dijauhi teman-temannya, ditakut-takuti, ditempeli tulisan ‘nenek

Akhir-akhir ini jeritan pak tani makin sering kita dengar. Keluh kesah yang berseliweran mendenging di sudut-sudut pematang sawah. Persoalan yang menjerat pak tani makin lama

Sejak indonesia menganut rezim devisa bebas, masyarakat mulai melirik negara-negara dengan pajak rendah (tax haven) sebagai destinasi penyimpan kekayaannya baik yang berbentuk asset atau uang, seperti

Pendidikan Multikulturalisme Persoalan krusial bangsa ini adalah sejak dahulu adalah menjaga harmoni sosial di tengah heterogenitas suku dan agama. Selalu saja terjadi konflik-konflik yang bermula

Penulis membuat judul ini bukan berarti menjustifikasikan bahwa dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang bernuansa terorisme, bukan sama sekali, penulis hanya mengindikasikan bahwa terdapat ayat-ayat yang

Sudah menjadi sebuah kesepakatan umum, bahwa pola konsumsi seseorang menjadi petanda strata sosial di masyarakat. Orang yang meminum kopi di kafe ternama akan terlihat lebih

Tidak ada hal yang kontradiksi, apabila dikatakan keberadaan santri memang memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan bersosial. Santri yang terlihat tampil apa adanya, penuh kesantunan, secara

Penulis: Buyung Syukron (Dosen IAIN Metro) “Netralitas yang harusnya dijunjung tinggi sebagai sosok pemuka agama, seakan terabaikan oleh para “kiai” yang justru terbuai oleh zat

Kajian ini bukan bertujuan untuk kepentingan pragmatis berupa kritik terhadap kebijakan pembangunan flyover (istilah lain untuk tangga rektorat) yang kini sedang berlangsung. Lagian penulis kan

Manusia sebagai khalifah fil ardh mempunyai kuasa penuh atas pengelolaan alam. Sifat otoritatif khalifah yang memandang alam secara instrumentalistik-komplementer menjadikan manusia bertindak sewenang-wenang kepada alam.