PERINGATI HARI KESAKTIAN PANCASILA, UIN JUSILA TEGASKAN KOMITMEN EKOTEOLOGI

WhatsApp Image 2025-10-01 at 08.47.48

Metro, metrouniv.ac.id – Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di UIN Jurai Siwo Lampung pagi ini (1/10/2025) tidak hanya menjadi ruang penghormatan terhadap sejarah, tetapi juga momentum untuk menegaskan arah masa depan. Di hadapan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan yang memenuhi halaman Rektorat Kampus 1, pidato amanah pembina upacara membawa pesan yang kuat dan relevan: Pancasila harus terus hidup—dalam ilmu, dalam iman, dan dalam aksi nyata.

Prof. Dedi Irwansyah, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, yang bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan bahwa Pancasila bukan sekadar warisan atau simbol seremonial. Ia adalah arah, panduan etis yang harus diterjemahkan dalam cara kita berpikir dan bertindak, terutama di tengah tantangan zaman seperti krisis lingkungan, ketimpangan sosial, dan merosotnya nilai-nilai kemanusiaan.

“Pancasila bukan hanya dibaca di upacara, tapi harus diwujudkan dalam cara kita berpikir, bersikap, dan bertindak,” ujarnya tegas.

Dalam pidatonya, Prof. Dedi menyoroti inisiatif Kementerian Agama RI yang tengah mengembangkan program ekoteologi, sebuah pendekatan yang memadukan spiritualitas dan kesadaran ekologis. Program ini, menurutnya, sangat sejalan dengan semangat UIN Jurai Siwo Lampung sebagai kampus keislaman yang mengusung visi “unggul dan berdampak global dalam sinergi socio-eco-techno-preneurship.”

“Iman yang kuat seharusnya melahirkan tanggung jawab ekologis. Merusak alam adalah bentuk ketidakadilan. Menjaga lingkungan adalah bagian dari pengabdian spiritual,” tutur Prof. Dedi, menggarisbawahi pentingnya ekoteologi sebagai bentuk praksis nilai-nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan dalam Pancasila.

Di tengah transformasi global, UIN Jurai Siwo Lampung meneguhkan posisinya sebagai pusat pembentukan generasi intelektual yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan ekologis. Komitmen sebagai Green Campus kembali ditekankan bukan sebagai slogan, melainkan sebagai tanggung jawab bersama yang harus dibuktikan dalam keseharian: menjaga kebersihan ruang kuliah, hemat energi, mengurangi plastik, hingga menanam dan merawat pohon.

“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, dilakukan terus-menerus, oleh sebanyak mungkin orang. Itulah semangat gotong royong dalam Pancasila,” ujarnya, mengajak seluruh sivitas akademika untuk terlibat aktif.

Upacara peringatan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan refleksi mendalam bahwa Pancasila harus terus bergerak bersama zaman. Dalam narasi UIN Jurai Siwo Lampung, nilai-nilai Pancasila menjelma sebagai energi perubahan—bukan hanya untuk dikenang, tapi untuk dijalankan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

“Tugas kita bukan menjaga Pancasila tetap dikenang, tapi memastikan Pancasila tetap hidup—dalam ilmu, dalam iman, dan dalam aksi nyata,” tutup Prof. Dedi, mengakhiri amanahnya dengan ajakan yang menyentuh dan membangkitkan semangat. (humas)

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.