REKTOR UIN JUSILA DAMPINGI MENTERI AGAMA PADA SAFARI PENGUATAN UMAT DI LAMPUNG

IMG_20250912_143415

Bandar Lampung, metrouniv.ac.id –  Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung kembali menunjukkan kiprah dan kontribusinya dalam penguatan kehidupan keagamaan. Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Dr. Ida Umami, M.Pd.Kons, turut mendampingi Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, beserta jajaran Kementerian Agama dalam Safari Penguatan Umat yang digelar di Provinsi Lampung, (12/9).

Kegiatan safari dimulai dengan kunjungan ke kantor penyedia makan bergizi gratis, salah satu program prioritas nasional yang diinisiasi pemerintah pusat. Program ini menjadi bukti nyata keberpihakan negara terhadap kesejahteraan rakyat, khususnya dalam pemenuhan gizi masyarakat yang berkeadilan. Selain itu, rombongan juga menyambangi sejumlah lokasi yang menjadi pusat penguatan umat, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun keagamaan. Hal ini sejalan dengan semangat Kementerian Agama untuk menghadirkan pelayanan yang inklusif dan maslahat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Puncak safari ditandai dengan peresmian Masjid Raya Al-Bakrie di kawasan Enggal, Bandar Lampung. Masjid megah berkapasitas lebih dari 12.000 jamaah ini tidak hanya digadang-gadang sebagai salah satu masjid terbesar di Lampung, tetapi juga diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan, dakwah, pendidikan, dan sosial masyarakat. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas berdirinya masjid tersebut. Ia menekankan pentingnya mengembalikan fungsi masjid sebagaimana di masa Rasulullah SAW, yakni sebagai pusat penyelesaian masalah umat, tempat berbagi rezeki, sekaligus pusat pembinaan generasi islami yang tangguh. “Masjid bukan hanya tempat ibadah shalat. Lebih dari itu, masjid adalah pusat dakwah, pendidikan, dan pengembangan masyarakat. Harapannya, Masjid Raya Al-Bakrie ini menjadi motor lahirnya generasi Islam yang cerdas, berakhlak, dan mampu melayani umat dengan baik,” ujarnya.

Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya dapat meresmikan masjid yang sejak awal perencanaannya memang sudah diamanatkan kepadanya. Dalam pidatonya, Menag menegaskan bahwa masjid harus kembali dipahami sebagai “Rumah Besar Kemanusiaan”. Masjid bukan hanya tempat bersujud, tetapi juga pusat peradaban. Di masa Nabi, masjid berfungsi sebagai pengadilan, rumah sakit, pusat ekonomi, bahkan tempat berkesenian. Semua aktivitas yang memberi manfaat bagi umat bisa dimulai dari masjid.

Lebih lanjut, Menag menekankan bahwa fungsi menara masjid adalah simbol kontrol sosial—sebuah panggilan untuk menyerukan kebaikan dan kemanusiaan. Ia juga mengingatkan bahwa konsep umat dalam Islam mencakup seluruh manusia ciptaan Allah, sehingga masjid harus terbuka memberikan layanan dan kebermanfaatan lintas agama. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, potensi zakat, wakaf, dan filantropi sangat luar biasa. “Mari kita jadikan masjid sebagai pusat pengelolaan potensi itu agar manfaatnya meluas bagi kesejahteraan umat,” tegasnya.

Kehadiran Rektor UIN Jurai Siwo Lampung dalam kegiatan strategis ini menjadi wujud komitmen perguruan tinggi Islam dalam mendukung visi Kementerian Agama menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. UIN Jurai Siwo Lampung siap bersinergi dalam menjadikan masjid sebagai pusat pengembangan ilmu, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan peresmian Masjid Raya Al-Bakrie, diharapkan hadir sebuah ikon baru di Lampung yang tidak hanya menjadi rumah ibadah, tetapi juga episentrum peradaban Islam yang modern, inklusif, dan mencerahkan. (GM)

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.