Keutamaan dan Tiga Sikap Hadapi Ramadhan

bg dashboard HD

metrouniv.ac.id – 21/03/2024 – 10 Ramadhan 1445 H

Dr. Ahmad Supardi Hasibuan, M.A. (Kepala Biro AUAK IAIN Metro)

Ramadhan memang memiliki keutamaan apabila dibandingkan dengan bulan-bulan yang lainnya dan orang-orang yang melaksanakan Ibadah Puasa ramadhan akan diberikan Allah swt keutamaan yang itu tidak didapatkan oleh umat sebelum Muhammad SAW, sebagaimana disebutkan dalam Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah r.a. Nabi saw bersabda:

U’thiyat ummatiy khamsa khishâlin fiy Ramadhâna lam tu’thahâ ummatun qablahum, khulûfun fami sh-hsaimi uthyabu ‘inda Allâhi min rîhi l-miski, wa taghtaghfiru lahum al-malâikatu hattâ yufthirû, wa yuzayyinu Allâhu ‘Azza wa Jalla kullu yaumin jannatahu tsumma yaqûlu yûsyiku ‘ibâdiy al- shâlihûna an- yulqû ‘anhum al- ma’ûnatu, wa l-adzâ, wa yashîrû ilaiki, wa yushaffidu fîhi maradatu al-syayâtîni falâ yakhlushû ilâ mâ kânû yakhlushûna ilaihi fiy ghairihi wa yaghfaru lahum fiy âkhiri lailatin qîla yâ Rasulallahi ahiya lailatu l-qadri qâla: lâ walakinna l-’âmilu innamâ yuwaffâ ajrahu idzâ qadhâ ‘amaluhu.

Umatku diberi lima keistimewaan pada bulan ramadhan, yang belum pernah diberikan kepada umat-umat sebelum mereka, yaitu (1) Bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih disukai oleh Allah daripada minyak kasturi. (2) Ikan-ikan akan memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka. (3) Allah SWT menghiasi syurgaNya setiap hari dan berfirman kepadanya, “Saatnya hampir tiba bagi hamba-hambaKu yang shaleh yang tabah dalam ujian, untuk melepaskan segala beban kesukaran (di dunia) dan akan mendatangimu.” (4) Setan-setan jahat akan dibelenggu sehingga tidak dapat bebas menggoda pada bulan-bulan lainnya. (5)  Pada  malam  terakhir  bulan  tersebut,  mereka akan diampuni. Ada orang bertanya, “Ya Rasulullah, apakah malam itu malam Lailatul Qadar?” Beliau bersabda, “Bukan, tetapi seorang pekerja akan diberikan upahnya jika telah selesai dari pekerjaannya.(H.R. Ahmad).

Oleh karena itulah sangat tepat apabila dikatakan bahwa bulan ramadhan adalah bulan penuh keutamaan. Di sini pulalah dikatakan kehadiran bulan ramadhan adalah sesuatu yang ditunggu- tunggu oleh Nabi dan para Sahabat pada masanya dan tentunya oleh seluruh umat Islam. Adapun ada beberapa sikap umat Muslim dalam menghadapi ramadhan.

Tiga Sikap Hadapi Ramadhan

Sangat disayangkan akhir-akhir ini, setiap kali bulan ramadhan tiba ternyata ada tiga sikap kaum muslimin dalam menghadapinya. Sikap pertama ialah orang-orang yang bergembira dengan datangnya bulan suci ramadhan tersebut. Sebab, dia bersikap seakan-akan dia mengetahui dengan pasti bahwa bulan Ramadhan datang membawa rahmat dan berkah. Memang sudah sewajarnya umat Islam bergembira dengan datangnya bulan ramadhan. Sebab, Hadits Nabi menyatakan, “Sekiranya umatku mengetahui apa yang terkandung dalam bulan ramadhan, maka mereka akan menginginkan sepanjang tahun adalah ramadhan.”

Sikap kedua adalah yang menggerutu dengan datangnya bulan ramadhan. Sebab, dia merasa kedatangan bulan ramadhan akan menghambat hawa nafsu dan kepentingannya. Dia tidak sadar bahwa ramadhan datang untuk memberikan kebaikan kepada dirinya, menambah kesehatan pada dirinya, membawa keberkahan yang tiada tara. Hendaknya kita tidak perlu heran, kenapa misalnya, para sahabat Nabi Muhammad saw begitu bergembira dengan datangnya bulan suci ramadhan dan sangat berduka cita, menangis tersedu-sedu bagaikan mendapat musibah besar, ketika ditinggalkan oleh bulan suci ramadhan tersebut. Ini menunjukkan bahwa para sahabat memahami betul manfaat dari melaksanakan ibadah ramadhan itu.

Sikap ketiga adalah orang yang tidak peduli sama sekali dengan datangnya bulan ramadhan. Bagi orang seperti ini, ada atau tidaknya bulan ramadhan, sama saja. Tidak ada yang berubah dalam dirinya. Satu-satunya yang berubah adalah ketidakberubahan itu sendiri. Bagi orang yang berkategori manusia pada sikap ketiga ini, dalam terminologi Imam Al-Gazali disebut sebagai, “Orang yang tidak tahu, dan tidak tahu kalau dia memang tidak tahu. Inilah orang bodoh. Jauhilah dia!” Orang seperti ini, ibarat kita berdiam di pinggir api, meski tak sempat terbakar tetapi sempat terkena panasnya.

Wallahu a’lam.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.