Bagian 3
metrouniv.ac.id – 13/04/2023 _ 22 Ramadhan 1444 H
Prof. Dr. Siti Nurjanah, M.Ag. PIA (Rektor IAIN Metro)
Memaknai filosofi kerja GusMen yang terus harus kita laksanakan dalam keseharian kita, dalam penyampaian beliau bahwa “Dalam bekerja kita harus gunakan filosofi Kereta Api, datang tepat waktu, yang terlambat tinggal, dan yang coba-coba menghadang ditumbur”. Filosofi ini sangat luas maknanya kalau kita kaji lebih dalam. Salah satu makna didalamnya yang akan saya coba kupas adalah perilaku disiplin dalam hidup. Disiplin merupakan sebuah kesadaran seseorang untuk mau dan mampu mengendalikan diri dan mematuhi aturan atau nilai-nilai yang telah disepakati, yang berkaitan dengan aturan maupun norma yang berlaku pada diri sendiri maupun dalam lingkungan sosial.
Dari segi etimologi kata disiplin berasal dari bahasa Latin yaitu Discere yang artinya belajar. Kemudian dalam penerapannya disiplin bisa dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain : Disiplin Pribadi, memiliki makna yakni kepatuhan seseorang terhadap berbagai unsur yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang dan membangun sikap positif kepada orang tersebut. Bagian berikutnya adalah disiplin sosial, yakni kepatuhan terhadap aturan yang berlaku dalam hubungan bermasyarakat, sejalan dengan norma dalam lingkungan tersebut. Bagian yang lain adalah disiplin nasional, yaitu ketaatan suatu bangsa terhadap aturan yang berlaku dalam berbangsa dan bernegara yang menjadi sikap mental dan cerminan suatu bangsa secara keseluruhan.
Sedangkan pengertian disiplin menurut para ahli, seperti dikatakan oleh Malayu S.P. Hasibuan, pengertian disiplin adalah kesadaran dan kesediaan orang-orang untuk mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Lalu menurut Suharsimi Arikunto, bahwa pengertian disiplin adalah sebuah kepatuhan yang ada dalam diri seseorang yang secara sadar dan tanpa adanya paksaan, untuk menjalankan aturan maupun tata tertib yang ada. Kemudian menurut James Drever, pengertian disiplin adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan perilakunya sesuai dengan norma yang berlaku. Ada lagi menurut Gary Dessler, pengertian disiplin adalah sebuah prosedur yang dibuat untuk mengoreksi atau menghukum seseorang bahawan ketika melanggar aturan. Dan ada juga menurut Bejo Siswanto, pengertian disiplin adalah suatu sikap menghargai dan menghormati, serta patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang ada, baik aturan yang tertulis maupun tidak, kemudian mampu menjalankannya dengan baik dan menerima sanksi yang ada ketika melakukan pelanggaran.
Kita juga harus memahami bahwa melakukan sikap disiplin akan berdampak positif baik bagi diri sendiri maupun terhadap lingkungan sosial. Beberapa tujuan disiplin antara lain : untuk membantu dan mengembangkan pengendalian diri; untuk membuang kebiasaan buruk dalam diri seseorang; untuk menciptakan keteraturan dalam diri seseorang; untuk menciptakan prinsip agar seseorang dapat mencapai sasaran tertentu dalam hidupnya.
Tindakan disiplin dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat sosial, yang dampaknya secara langsung akan mempengaruhi semua orang di sekitarnya. Tindakan disiplin sendiri dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah sebagai berikut : Disiplin waktu adalah bentuk kedisiplinan yang diterapkan seseorang untuk menggunakan waktunya selama 24 jam dalam sehari. Tidak hanya persoalan memulai dan menutup hari dari dan hingga pukul berapa, tetapi juga terhadap hal lainnya yang berhubungan dengan orang lain, misalnya menghargai waktu orang lain ketika membuat janji dengan kita, yang artinya kita harus tiba tepat waktu. Atau ketika memiliki pekerjaan dengan batas waktu tertentu, maka sebaiknya dikerjakan sejak awal sehingga tidak dikejar-kejar deadline; Disiplin Terhadap Aturan ini dapat dipahami, bahwa dalam kehidupan sosial, menghargai aturan yang berlaku dalam masyarakat adalah sebuah kewajiban. Sebab dengan mentaati peraturan-peraturan yang berlaku, akan membangun kerukunan dan keseimbangan di tengah-tengah masyarakat, misalnya dengan menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan, atau dengan mengikuti semua aturan di lingkungan tempat tinggal atau tempat bekerja; kemudian disiplin dalam berbangsa dan bernegara ini tercermin dalam sikap disiplin dalam berbangsa dan bernegara sangat dibutuhkan oleh semua elemen masyarakat supaya proses pencapaian tujuan pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan berbangsa dan bernegara bisa tercapai, misalnya dengan membayar pajak sesuai peraturan yang berlaku maupun menjalankan prosedur administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Atau yang paling sederhana yang bisa kita lakukan adalah seperti mentaati rambu-rambu lalu lintas; berikutnya adalah disiplin dalam beribadah dapat dimaknai bahwa semua agama yang ada di Indonesia mempunyai aturan yang harus ditaati oleh para penganutnya, agar penganut agama tersebut bisa menjadi pribadi yang lebih baik, misalnya dengan menjalankan peribadatan sesuai dengan aturan dan ketetapan agama yang dianut. Atau bisa juga dengan menghargai dan menghormati orang yang memiliki keyakinan berbeda dengan kita, baik di ruang publik maupun di ruang tertutup. Ini adalah implementasi dari salah satu indikator moderasi beragama, yakni melaksanakan toleransi; menghargai perbedaan dalam keberagaman beragama.
Selanjutnya kita juga harus memahami tentang manfaat disiplin, bahwa ketika semua hal di atas tadi sudah bisa dilakukan dengan kemauan dan kesadaran penuh oleh setiap orang, maka bisa dipastikan dampak positifnya akan secara langsung terasa baik bagi diri sendiri maupun lingkungan. Untuk melaksanakannya tentu membutuhkan kematangan fikir dan kecerdasan emosi yang tinggi. Kesadaran akan pentingnya menyeimbangkan antara keduanya agar diri kita dapat berbuat dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik untuk kepentingan domestik maupun publik.
Dibawah ini adalah beberapa manfaat disiplin baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain, diantaranya adalah sebagai berikut : Menumbuhkan sikap mandiri terdiri dari membantu menumbuhkan rasa percaya diri, menumbuhkan sikap patuh terhadap aturan, mengokohkan sikap pengendalian diri menjadi lebih baik, membuat diri menjadi pribadi yang berintegritas dan bertanggungjawab, melahirkan kemampuan untuk mengelola waktu dengan baik sekaligus memiliki pola hidup yang baik, dan orang yang diajarkan kedisiplinan sejak dini akan memiliki kepekaan dan kepedulian yang lebih baik dari orang lain.
Demikianlah penjelasan mengenai pengertian disiplin, tujuan, jenis, dan manfaat disiplin dalam kehidupan manusia. Begitu pentingnya sikap disiplin dalam kehidupan kita, sehingga filosofi kereta api yang digaungkan oleh GusMen memiliki makna dalam yang harus kita terapkan dalam keseharian kita baik secara individu maupun kelompok.
Sikap disiplin jika kita kaitkan dengan pelaksanaan puasa, mengajarkan kepada kita untuk berbuat sebagaimana teori-teori di atas. Dengan puasa kita dituntut untuk bisa mengatur waktu dengan baik sebagai bentuk kedisplinan yang harus dilaksanakan. Waktu puasa dibatasi sejak terbitnya fajar hingga terbenam matahari dengan segala ketentuan yang juga harus ditaati.
Pada saat berpuasa kita tidak memiliki pengawas eksternal di luar diri kita dan Tuhan Allah SWT. Namun kita harus bisa mengendalikan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang saat berpuasa. Bersikap disiplin terhadap diri sendiri itu adalah wujud ketaatan kita kepada Sang Khaliq Yang Maha Mengetahui semua perilaku hambaNya dimanapun berada.
Demikian pentingnya sikap disiplin dalam hidup kita. Melaksanakan segala sesuatunya dengan tepat waktu, tepat sasaran, tepat guna. Puasa mengajarkan kepada kita untuk bersikap disiplin, menghargai waktu dengan sebaik-baiknya agar tujuan yang kita tergetkan dapat tercapai. Sebagaimana tujuan melaksanakan puasa Ramadhan adalah mencapai derajat taqwa, dapat kita raih dengan capaian yang diharapkan. Kembali fitri menjadi pilihan yang kita rindukan setelah sebulan berpuasa. Oleh sebab itu, semoga puasa Ramadhan yang kita lakukan semakin memperjelas apakah rutinitas atau pilihan .. (penulis : Nur, Posting : SS_Humas)